Kursus Komputer Multimedia Terpadu 1 Tahun

Kami Pusat Pendidikan dan Pelatihan Komputer LPK Unigama berdiri sejak tahun 1993 Jl. Mayjend Bambang Sugeng 75 Yogyakarta Telp. (0274)543620 atau HotLine 083.867.040.663 membuka Program 1 (satu) tahun Komputer multimedia terpadu.

Kursus Komputer Privat Operator Komputer

Kursus Operator Komputer selama 12 kali pertemuan anda akan diharapkan mampu mengoperasikan system windows, mengetik dokumen, mencetak dan penghitungan. Paket Kursus Operator Komputer ini terdiri dari beberapa materi antara lain : Microsoft Word, Microsoft Excel dan Microsoft PowerPoint.

Kursus Pemrograman PHP dan MySQL

Setelah mengikuti Kursus Pemrograman PHP dan MySQL selama 12 kali pertemuan anda akan diharapkan mampu membuat aplikasi sederhana untuk mengolah database.

Teknisi Program 3 Bln

Memberikan pelatihan praktis kepada mahasiswa/karyawan/umum, agar memiliki skill Perakitan, Installasi, Up Grade dan Service Software dan Hardware. Setelah lulus diharapkan menjadi Teknisi Profesional, yang terampil dan siap pakai, serta mampu membuka lapangan kerja sendiri.

Paket Kursus Komputer Kreatif Multi Desain

Membuka Kursus Komputer MultiDesign akan membekali siswa dengan kemampuan multi desain dan program ini mendidik peserta agar menjadi seorang multi desainer yang kreatif, inovatif dan penuh imajinasi

Tampilkan postingan dengan label Desain Offset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Offset. Tampilkan semua postingan

Mengenal Adobe Illustrator CS 6

Adobe Illustrator CS 6


Haloo, sahabat Unigama ! Semoga anda selalu dalam keadaan sehat dan bersemangat. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang program software Desain Grafis yang cukup ciamik dan handal, yaitu Adobe Illustrator CS 6. Seperti apa ulasannya kita simak saja yaaa !

Adobe Illustrator CS 6 adalah salah satu program pembuat dan pengolah vektor. Program ini banyak memiliki fasilitas, diantaranya kemampuan untuk membuat objek 3 (tiga) dimensi secara cepat, memiliki keragaman warna yang lebih kompleks, serta fasilitas - fasilitas lainnya. 

Kelebihan lainnya menggunakan adobe illustrator, anda dapat dengan mudah berkolaborasi dengan program lain untuk mengerjakan sebuah project, seperti berkeja bersama dengan adobe photoshop, adobe flash, adobe dreamweaver, adobe indesign bahkan dengan program selain adobe yaitu 3D Studio Max, Maya dll. Hal ini dikarenakan program tersebut didesain untuk salilng melengkapi dan mendukung dalam pengerjaan sebuah proyek.

Dibandingkan dengan pengolah vektor yang lainnya, adobe illustrator memiliki kelebihan dalam hal pengolahan efek tiga dimensi dan pengaturan path (garis) yang lebih baik. Efek tiga dimensi lebih realitis dengan tampilanyang menarik, sedangkan pengaturan path lebih memberikan kemudahan bagi anda dalam membuat objek.

Hal - hal terbaru dari Adobe Illustrator CS 6 antara lain yaitu :

  • Menambahkan adobe Mercury pada kinerja sistem
  • Dukungan 64 bit memori
  • Interface atau antar muka pengguna mengalami beberapa perubahan
  • Tool gradien 
  • Stroke pola pencipta
  • Image Trace mengantikan Live Trace
Untuk Interfacenya sendiri dapat kami jelaskan sebagai berikut :

Gambar dibawah adalah gambar interface adobe illustrator, dimana kalau kita lihat dari gambar tersebut sebagian besar interface adobe illustator terdiri dari menu-menu yang berada dalam tab, dimana tab-tab tersebut bisa kita expand dan kita minimize dengan cara meng klik gambar panah yang berada disamping nama tab atau dengan cara klik dua kali nama tab tersebut.


Interface Adobe Illustrator CS 6

Tool Box
Beberapa tool box beserta Sortcut (jalan pintas dengan cara menekan keyboard) yang terdapat pada adobe illustrator adalah:

ToolBox Adobe Illustrator CS 6

Penjelasannya sebagai berikut :

A. Selection Tool (V) untuk memilih atau menyeleksi objek. 
B. Direct-Select Tool (A) Untuk memilih atau menyeleksi objek lebih mendalam, misalnya memilih objek yang berada dalam suatu grup. Bisa juga untuk memilih objek rumit yang sudah tergabung dalam sebuah grup secara detail.

Dua tool di atas adalah tool box utama adobe illustrator, digunakan setiap ingin mengedit atau memanipulasi suatu objek seperti menggeser, mewarnai, memotong dan lain sebagainya. Untuk memilih lebih dari satu objek, tekan tombol Shift + pilih objek. untuk membuat duplikat objek Alt + Drag objek.

C. Magic Wand Tool (W) Untuk memilih objek lebih dari satu yang mempunyai atribut  sama, seperti warna, ketebalan garis atau gradasi.

D. Lasso Tool (Q) Untuk memilih objek dengan analogi tali laso, yaitu mengelilingi objek yang akan dipilih menggunakan tool ini 

E. Pen Tool (P) Untuk membuat objek secara detail titik per titik atau anchor point  sehingga  membentuk  sebuah  kurva.  Kurva  dapat  berbentuk  kurva  terbuka maupun  kurva  tertutup.  Tiap  titik  atau  anchor  point  mempunyai  2  handle  yang menentukan bentuk kurva tersebut bila digeser dengan mouse.

F. Type Tool (T) Untuk membuat dan mengedit text. Sama seperti Pen Tool, ada beberapa icon tambahan bila Type Tool ditekan agak lama.

G. Line Tool (\) Untuk membuat garis lurus. Sama seperti tool-tool sebelumnya, ada beberapa icon tambahan bila tool ini ditekan agak lama. Indikasinya adalah segitiga kecil di masing-masing icon Tool Box.

H. Rectangle Tool (M) Untuk membuat gambar kotak. Sama seperti tool-tool sebelumnya, ada beberapa tool tambahan bila icon ini ditekan agak lama.  

I. Paintbrush Tool (B) Untuk menggambar dengan efek kuas. 

J. Pencil Tool  (N) Untuk  menggambar  bebas/freehand. Cocok digunakan  dengan tablet. Tool ini kurang lebih mirip dengan Pen Tool. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi parameter tambahan. 

K. Rotate Tool (R) Untuk memutar objek. Tekan Shift untuk memutar dengan sudut putaran 45 derajat. Jika objek ingin diputar sambil dibuatkan duplikatnya, tekan Alt. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai pemutaran objek. 

L. Reflect Tool (O) Untuk membuat refleksi atau kebalikan dari objek. Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi untuk mengisi nilai refleksi objek. 

M. Scale Tool (S) Untuk merubah ukuran objek. Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai pembesaran objek. 

N. Shear Tool Untuk memiringkan objek. Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai kemiringan objek.

O. Warp Tool (Shift+R), Untuk mendistorsi objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi parameter perubahan objek.

P. Free Transform Tool (E) Untuk mentransformasi objek.
Q. Symbol Sprayer Tool (Shift+S) Untuk “menyemprotkan” objek yang berada di tab Symbol ke dalam artwork. Klik   dua   kali   pada   icon   akan   ada   opsi-opsi   untuk   mengisi   parameter “semprotan”. Klik terlebih dahulu gambar di tab Symbol lalu tinggal semprotkan pada area kerja. 

R. Column Graph Tool (J) Untuk membuat grafik batang. 

S. Mesh Tool (U) Untuk mengedit gradient mesh, seperti mengurangi dan menambah kolom & baris  pada mesh.  Tekan  “U”  lalu  klik  pada  pada  baris/kolom  mesh  yang  akanditambah. Untuk  mengurangi baris/kolom,  tekan  “-“  sambil  klik  pada  baris/kolom. Untuk membuat gradient mesh pilih objek yang akan dibuatkan mesh-nya lalu akses ke  menu  Object  ->  Create  Gradient  Mesh. Masukkan  jumlah  baris  dan  kolom yang diinginkan. Klik warna foreground dari tab Swatches lalu pilih Eyedropper Tool (I) kemudian  klik+Alt  pada  anchor  atau  edge yang diinginkan.

T. Gradient Tool (G) Untuk mengedit arah gradasi pada objek. Pilih objek yang sudah diaplikasikan gradasinya lalu drag kursor gradasi melintasi objek tersebut. Untuk membuat gradasi, pilih kurva/pathtertutup lalu tekan “>” kemudian parameter gradasi dapat diakses pada tab Gradient.

U. Eyedropper Tool (I) Untuk mengambil atribut pada suatu objek. Dimana atribut itu nantinya akan diaplikasikan pada objek yang lain.Klik warna pada suatu objek, lalu Alt+klik pada objek yang lain. Cara ini berlaku juga untuk atribut lain seperti text, gradasi, stroke dan lain-lain.

V. Blend Tool (W) Untuk mengubah atribut blending objek. Klik ganda pada icon ini akan menampilkan menu Blend Options.

W. Live Paint Bucket (K) Untuk mengisi warna pada sekumpulan path. Tool ini biasa dipakai untuk mewarnai objek yang sudah terusun lebih dari satu path tertutup, dengan cara “menuangkan” warna yang sudah dipilih. Cocok untuk mewarnai komik atau mewarnai (colouring) dengan teknik ngeblok. Klik sekumpulan path,tekan K lalu arahkan sehingga path yang dimaksud akan tersorot (highlight outline merah) oleh kursor bergambat ember cat. Lalu dengan sekali klik untuk mengisi warna/gradasi pada path yang tersorot.

X. Live Paint Selection (Shift+L) Untuk memilih path yang akan diwarnai dengan Live Paint Bucket. 

Y. Slice Tool (Shift+K) Untuk memotong gambar untuk keperluan pembuatan web site. Saya tidak pernah menggunakan tool ini. Mungkin bila Anda berkecimpung dalam web design akan memanfaatkan tool ini.

Z. Scissors Tool (C) Untuk “menggunting” atau membelah suatu kurva atau path. Klik pada isi objek yang akan dipotong dan sisi satunya lagi.

Z1. Knife Tool Untuk memotong suatu objek. Prinsipnya sama dengan Scissors Tool, namun dengan pendekatan yang berbeda. Pilih objek lalu klik+Alt bersamaan sambil drag mouse terhadap bagian objek yang akan dipotong.

Z2. Hand Tool (H) Untuk menggeser bidang kerja sehingga lebih leluasa dalam menjelajah design yang kita buat. Tekan spasi/space bar untuk menggeser bidang kerja.

Z3. Zoom Tool (Z) Untuk memperbesar atau memperkecil area kerja. Klik untuk zoom out dan Alt klik untuk zoom in.

Terima kasih atas kunjungan anda, nantikan artikel - artikel kami selanjutnya.

Cara mempermudah pewarnaan untuk dicetak

Hallo sahabat unigama, Salam Sukses dan Bersemangat. Bagaimana kabar anda kami harap anda selalu bahagia dan selalu bersemangat untuk belajar. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami akan memberikan artikel masih mengenai pewarnaan namun untuk tujuan mencetak atau diprint yaa... Ok ada baiknya anda simak tulisan kami berikut ini

Pada saat anda mendesain menggunakan komputer dan desain yang anda lihat di monitor komputer sudah cukup bagus untuk dicetak, dari segi pewarnaan sangat menarik, namun tiba - tiba saat anda cetak hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan gambar yang ada di monitor, Bagaimana apakah anda pernah mengalaminya ? Yaa ... itu biasa terjadi kalau kita belum paham tentang pengaturan untuk mencetak desain supaya lebih bagus

Mengapa hal itu bisa terjadi karena pada saat desain kita buat di layar monitor kebanyakan menggunakan mode RGB atau RGB Heksadecimal makanya apa yang ada di motnitor tidak sesuai dengan apa yang anda cetak. Jadi ada baiknya sebelum anda mencetak pastikan dahulu bahwa monitor yang anda gunakan sudah anda setting menjadi mode CMYK.

Apakah ada cara yang bisa digunakan untuk memudahkan mendesain dalam pemilihan warna CMYK di komputer ? Tentu saja ada ya, Yang anda harus lakukan adalah dengan membuat warna CMYK di CorelDRAW, pada kesempatan ini CorelDRAW yang saya gunakan versi X7 namun hal ini tidak menutup kemungkinan apabila anda menggunakan versi yang dibawahnya

Pembuatan warna CMYK dibuat menggunakan 3 warna dasar yaitu Cyan (C), Magenta (M), Yellow (Y) dan Black (K) seperti pada gambar :


Dengan menggunakan efek Blend Tool, secara clockwise, dengan step 3, jalur / path pada lingkaran antara CYAN dan magenta, akan di dapat warna sekunder dan tersier. Dimana warna sekunder adalah peprpaduan antara dua warna tersier dan warna tersier adalah perpaduan antara warna primer dan wana sekunder. 


ulangi langkah sebelumnya dengan melakukan perintah Blend sehingga anda mendapatkan warna hijau


Dengan Blend tool kembali anda buat warna megenta dengan kuning sehingga anda mendapatkan lingkaran dengan penuh warna warni. Nah warna warni tersebut yang dihasilkan adalah jenis Hue dan masih Full Saturation masih belum terpengaruh dengan gelap dan terang. 



Untuk mendapatkan kesan gelap dan terang anda dapat membuat lingaran  putih seperti pada gambar




Masih menggunakan Blend Tool 






Dan seterusnya hingga selesai. Spectrum warna ini hasil Lightness / gelap terang dan warna hitam putih Untuk menambah variasi warna lain yang lebih pudar, ganti lingkaran putih menjadi abu - abu (misalnya) 20%, sehingga hasilnya akan sangat bagus seperti pada gambar. Spectrum warna tersebut yang dinamakan Tint/Cerah pudah dan warna hitam menuju abu - abu.

Demikian Artikel kami kali ini semoga bermanfaat khususnya untuk siswa unigama dan untuk masyrakat luas yang kira - kira membutuhkan informasi ini.

Jenis pewarnaan mendesain di komputer



Hallo, Salam Sukses dan Bersemangat untuk pada sahabat Unigama dimanapun berada. Semoga hari ini anda memiliki keberuntungan dan bahagia. Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang pentingnya warna dalam pembuatan desain komunikasi visual, untuk lebih jelasnya anda dapat mengikuti artikel kami pada kali ini.

Faktor yang penting dalam komunikasi visual dengan komputer adalah pewarnaan, warna memberikan dampak psikologis, sugesti, suasana bagi yang melihatnya. Pada pemilihan warna dalam desain memiliki makna dan arti yang terbungkus didalam karya tersebut. Salah satu contohnya yaitu merah yang diidentikkan dengan keberuntungan oleh masyarakat tionghoa, kunig yang diidentikkan dengan kemakmuran pada masyarakat kita, dan masih banyak lagi pemaknaan warna yang lainnya, yang tidak perlu saya bahas lagi tentang pentingnya warna dalam desain.

Pada saat kita mendesain di layar monitor mungkin terlihat warna yang menarik, namun pada saat dicetak / print mungkin warna tidak sesuai pada tampilan di layar monitor, Karena untuk aplikasi cetak hanya dipakai gabunga warna CMYK, sedangkan layar monitor menggunakan RGB, HLS, Hexadesimal, Dll. 

Didunia komputer grafis banyak sistem / model warna, antara lain :

  • RGB (Red Greend Blue)
  • CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)
  • HSL (Hue Lightness Saturation)
  • LAB Color (Lightness A (green-red axis) B (blue-yellow axis))
  • RGB Hexadecimal: misalnya #FF0000
Dalam kebutuhan cetak dan printing, warna yang sering dipakai adalah model CMYK, sedangkan untuk tampilan monitor semisal web, walpeper, game, video warna yang biasa dipakai adalah menggunakan RGB dan RGB Hexadecimal.

Karena banyaknya pewarnaan tersebut maka muncullah standar warna seperti Pantone, DIC, Toyo, Trumactch dll, untuk menyamakan persepsi warna dengan menggunakan kode angka. Mungkin demikian dulu yang dapat kami sampaikan pada artikel kami kali ini semoga bermanfaat dan tunggu artikel - artikel kami berikutnya.

Penentuan warna yang cocok dalam desain grafis

pilihan warna desain grafis

Sudah ada dibahasan sebelumnya bahwa warna merupakan salah satu prinsip dan eleman dasar dalam desain grafis, sudah dijelaskan pula pada dasarnya warna dapat memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai dengan kondisi sosial pengamatnya. Pada kesempatan ini kursuskomputertop.or.id hendak mengulas lebih jauh tentang penentuan warna yang cocok mempengaruhi hasil yang didapatkan dari karya seni grafis.

Berbicara warna maka yang Pertama kita dapat mempelajari pengelompokan warna menurut Brewster yang merupakan atau dikenal pertama kali mengelompokkan warna sekitar tahun 1831. Teori ini membagi warna dalam 4 klasigikasi warna, yaitu warna primer, warna sekunder, warna tersier dan warna netral. Teori Brewster ini juga dikenal dengan Teori Lingkaran Warna



1. Warna Primer

Merupakan warna dasar yang bukan merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk ke dalam golongan warna primer adalah merah,biru dan kuning.

2. Warna Sekunder

Merupakan warna hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya, warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan warna kuning, warna hijau merupakan campuran warna biru dengan kuning, dan warna ungu adalah campuran warna merah dan biru.

3. Warna Tersier

Merupakan campuran salah satu warna primer dengan warna sekunder. Misalnya, warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga

4. Warna Netral

Merupakan hasil campuran dari ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyembang warna-warna kontras dialam. Biasanya, hasil campuran yang tepat akan cenderung menuju ke hitam


Kedua Warna panas dan dingin. Lingkaran warna primer hingga tersier bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dan dingin. Warna panas dimulai dari kuning kehijauan hingga merah. Sementara warna dingin dimulai dari warna ungu kemerahan hingga warna hijau. Warna panas akan menghasilkan sensasi panas dan dekat, sementara warna dingin sebaliknya. Suatu karya seni disebut mempunyai komposisi warna harmonis jika warna-warna yang terdapat didalamnya menghasilkan efek hangat-sedang. 

Ketiga, Hubungan antar warna. 

Komplementer adaklah warna saling berseberangan (memiliki sudut 180 derajat) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya, warna merah dengan hijau.

Split Komplemen adalah dua warna yang saling agak berseberangan (memiliki sudut mendekati 180 derajat). Misalnya, merah memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kebiruan. Begitu pula warna merah juga memiliki hubungan split komplemen dengan hijau kekuningan.

Kontras triad Komplementer adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk segitiga samakaki dengan sudut 60 derajat.

Kontras Tetrad Komplementer disebut juga dengan doble komplementer adalah empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 60 derajat).

Hal utama yang prinsip dan elemen Desain Grafis

prinsip, desain grafis, frelance

Setelah anda ataupun siswa mengetahui apakah itu desain grafis dan seperti apa pekerjaan Freelance untuk memahami lebih jauh tentang desain grafis, anda harus memahai tentang prinsip dan elemen desian grafis itu sendiri, pada tulisan kali ini kursuskomputertop.or.id akan membahasnya lebih lanjut, sehingga akan memudahkan anda atau siswa memahami tentang hal tersebut diatas.

Pada suatu karya seni desain grafis pada saat hendak dibuat diperlukan suatu ide atau konsep awal yang brilian. sebagaimana yang kita tahu bahwa konsep tersebut difungsikan sebagai pengarah, acuan, standar yang dipakai dalam sebuah desain, konsistensi terhadap ide dan konsep merupakan tolak ukur atau parameter yang baik untuk melihat keberhasilan suatu karya desain itu sendiri. Pada proses penciptaanya sebuah karya desain tentu terbentuk dari beberapa elemen dasar. Hal itu dapat di jelaskan sebagai berikut :

Baca Juga Desain Grafis sebagai Komunikasi Visual


  1. Garis

    Garis - garis dalam desain grafis merupakan elemen yang membentuk sebuah karya seni, dari kumpulan - kumpulan garis yang tersusun tersebut karya seni diciptakan. Elemen garis merupakan hasil pembentukan dari berbagai titik yang dihubungkan satu sama lain. Garis dalam grafis dalam disajikan dalam bentuk horizontal, vertikal, zig-zag, kurva, diagonal, dan lain sebagainya. Dalam desain, garis dapat difungsikan sebagai penunjuk arah, dan pembagi bentuk atau ruang.
  2. Bentuk (shape)

    Bentuk bawaan atau standar dari masing - masing aplikasi akan mempermudah dalam pembuatan karya seni. Shape atau bentuk merupakan elemen yang diperoleh dengan menghubungkan beberapa garis. Bentuk dalam desain, dapat berupa kotak, segitiga, lingkaran, atau bentuk lainnya. Dlam Grafis, bentuk atau shapa dapat dikombinasikan untuk membuat gambar bentuk yang lebih kompleks.
  3. Warna

    Warna dalam grafis dapat diartikan sebagai pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan objek karya seni. Setiap warna dapat memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai dengan kondisi sosialpengamatnya. Bagi kalangan atau komunitas tertentu, warna juga dapat memberikan makksud tertentu, setiap komunitas juga memandang warna dalam bentuk yang berbeda, sebagai contoh perbandingan misalnya di kebanyakan komunitas masyarakat Tionghoa  menganggap bahwa warna merah merupakan perlambangan dari kemakmuran, kebahagaiaan dan keberuntungan. Sebagian masyarakat kita berpendapat lain dengan warna kuning menandakan kemakmuran.
Dari pengamatan tersebut prinsip dan elemen yang perllu anda dan siswa kursus komputer unigama ketahui untuk menambah reverensi perbendaharaan desain grafisnya. Keterampilan komputer merupakan skill untuk itu perlu banyak dilatih dan dipraktekkan. Semakin anda terlatih menggunakan kemampuan yang anda timba lewat kursus maka akan semakin lihai dan cekatan dalam membuat desain grafis itu sendiri.

Kursus Desain Offset



Setelah mengikuti Kursus Desain Offset selama 12 kali pertemuan anda akan diharapkan mampu membuat project desain grafis berupa, antara lain : Buletin, booklet, majalah, tabloid, undangan, Kartu Nama, Brosur, Reklame, Spanduk, Neon Box, Baliho dan lain-lain. Paket Kursus Desain Offset ini terdiri dari beberapa materi antara lain : CorelDRAW, Adobe Photoshop dan InDesign. Dengan ilmu yang anda dapatkan di Paket Desain Grafis ini, diharapkan anda akan mampu mengerjakan project grafis yang bermutu dan menjual.
Materi apa saja yang didapatkan dalam paket kursus ini :
  1. Mengambar objek, garis, persegi, lingkaran.
  2. Menggabung dan memotong objek, pewarnaan.
  3. Memodifikasi teks dan pemberian efek.
  4. Membuat bermacam - macam logo.
  5. Seetting Cover, Undangan, Kop Surat, Brosur.
  6. Setting Reklame, Spanduk, Neon Box, Baliho.
  7. Menggambar objek dan menulis teks.
  8. Menyatukan berbagai gambar.
  9. Editing Foto dan Frame.
  10. Proses pewarnaan dan menambah efek filter.
  11. Mengatur teks dan gambar.
  12. Lay out buku, buletin, booklet, majalah, tabloid.
Untuk pertemuaannya 12 kali, satu kali pertemuan selama 2 jam. Dalam proses pembelajaran untuk pembahasan materi 30 % dan 70 % untuk praktek. Tentor selalu membimbing pasa saat mengerjakan materi soal. Siswa diberi kesempatan bertanya setelah penyampaian materi dan seizin tentor. Tentor dan pengajar dari Praktisi, UGM, UNY, dll. Fasilitas yang lengkap: Ruang Belajar, Musholla, Kamar Mandi dan Ruang praktek.
Untuk Biaya PRIVAT
  1. Biaya Pendaftaran                : Rp. 50.000,-
  2. Biaya pendidikan                  : Rp. 1.500.000,-
Untuk Biaya KLASIKAL/GROUP
Minimal Group 2 orang.
  1. Biaya Pendaftaran               : Rp. 50.000,-
  2. Biaya Pendidikan /orang     : Rp. 1.500.000,- (Diskon 20 %)
Untuk INFO lebih lengkapnya dapat mengunjungi website kami di PENDAFTARAN atau dapat menghubungi kami langsung di :

LPK UNIGAMA
Jl. Mayjend Bambang Sugeng No. 75 Yogyakarta.
Telp. (0274) 542630
SMS/Whatsaap/Line : 0838.670.40663
PIN BB : 558D31E7